3 Hal Terpenting yang Harus Ada Pada Fintech Pinjaman Cepat

Populernya fintech pinjaman cepat akhir-akhir ini disebabkan oleh dua hal utama: kemudahan pendaftaran atau pengajuannya dan juga reputasi buruk yang muncul akibat ulah fintech nakal atau ilegal. Mulai dari suku bunga yang tinggi hingga tata cara penagihan yang tidak beretika.

Harus diakui, hadirnya fintech kredit dan pinjaman cepat seperti Kredivo, semakin mempermudah masyarakat untuk bisa mendapatkan akses kredit. Tapi di sisi lain, harus diakui juga bahwa edukasi tentang cara kerja fintech ke masyarakat belum merata. Sehingga, banyak masalah yang muncul: mulai dari ketidaktahuan perihal rata-rata suku bunga yang diterapkan fintech, meminjam lebih dari kapasitas finansial, hingga terjebak pada lingkaran fintech ilegal.

Jangan sampai, kamu jadi salah satunya. Kalau berniat ajukan pinjaman cepat ke fintech, supaya aman, pastikan dulu bahwa tiga hal ini ada pada fintech yang kamu pilih ya.

Logo atau keterangan terdaftar di OJK yang bisa diverifikasi

Semua perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan, wajib mendaftarkan diri ke institusi resmi negara yang terkait, dalam hal ini yang berwenang adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tentu saja tidak asal daftar, sebab akan ada serangkaian tes uji coba dari fintech yang mendaftarkan diri sebelum akhirnya mendapat izin dari OJK untuk beroperasi. Terdaftar di OJK, bagi fintech tentu adalah prestise tersendiri sehingga fintech terkait pasti akan memajang informasi atau logo dari OJK pada halaman situs atau aplikasinya.

Namun, jangan asal percaya pada fintech yang memasang logo OJK pada tampilan aplikasi pada situsnya. Kamu perlu melakukan verifikasi atau double check ke situs resmi OJK apakah fintech pinjaman cepat yang akan kamu gunakan jasanya tersebut benar sudah mendapat izin atau belum. Sebab, banyak juga fintech ilegal yang asal pasang logo OJK padahal sebenarnya belum terdaftar sama sekali.

Secara rutin per periode, OJK kerap merilis daftar nama-nama fintech yang terdaftar dan memiliki izin beroperasi. Info teranyar per Agustus 2019, sudah ada total 127 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Jadi, jangan sia-siakan informasi penting yang satu ini demi keamanan kamu saat apply pinjaman cepat ke fintech ya! Dengan menggunakan fintech yang terdaftar di OJK, kamu akan memiliki payung hukum yang jelas jika sewaktu-waktu terjadi hal merugikan yang meliputi pinjaman.

Informasi suku bunga serta kebijakan privasi yang jelas

Karena termasuk jenis pinjaman cepat dan berisiko tinggi, rata-rata fintech saat ini menerapkan suku bunga yang tentu lebih tinggi kalau dibandingkan dengan suku bunga perbankan. Ini adalah hal yang perlu dipahami setiap orang yang mau pinjam uang ke fintech. Suku bunga yang tinggi tidak lantas artinya salah atau sama dengan “rentenir”, tapi ini sebanding dengan risiko kredit yang diperhitungkan fintech serta kecepatan waktu pencairan dana pinjaman. Demi keamanan, sebaiknya pilih fintech yang memberikan informasi suku bunga secara jelas pada situs atau aplikasinya.

Kredivo adalah salah satunya. Kredivo sendiri mematok suku bunga tetap sebesar 2,95% per bulan, baik untuk kredit online di e-commerce atau merchant rekanan dan juga untuk pinjaman cepat tunai. Untuk kredit online barang di e-commerce atau merchant rekanan Kredivo, tenor yang diberikan Kredivo cukup variatif, mulai 3, 6, hingga 12 bulan, tanpa uang muka. Sementara tenor untuk pinjaman online , suku bunganya mulai dari 30 hari, 3 bulan, dan maksimal hingga 6 bulan, dengan minimal pengajuan pinjaman mulai 500 ribu untuk jenis pinjaman mini dan Rp 1 juta ke atas untuk pinjaman jumbo. Yang paling menarik, Kredivo bisa memberikan limit kredit maksimal hingga Rp 30 juta, lho!

Begitu pula halnya dengan cara fintech tersebut menjaga privasi atau data-data nasabahnya. Ini biasanya tertuang secara resmi pada kebijakan privasi yang informasinya terletak di situs atau aplikasi fintech. Pada kebijakan privasi, kamu bisa membaca secara detail informasi seputar apakah fintech tersebut akan mendistribusikan data-datamu ke pihak ketiga demi tujuan penagihan atau marketing? Dengan membaca dan memahami kebijakan privasi dari fintech, kamu bisa memutuskan apakah setuju dengan kebijakan tersebut atau tidak. Jika tidak, maka jangan gunakan layanan fintech tersebut. Dengan menggunakan fintech terkait, biasanya secara otomatis kamu akan dianggap menyetujui kebijakan yang diterapkan fintech.

Alamat kantor dan kontak CS yang jelas

Karena bergerak di bidang jasa keuangan, maka sudah jadi hal wajib kalau fintech yang kredibel memiliki kontak serta jam operasional layanan Customer Service yang jelas. Beberapa fintech yang terpercaya juga tidak segan untuk memajang informasi alamat kantor resminya di situs ataupun akun Google Bisnisnya. Jika fintech pilihanmu tidak memiliki dua informasi penting ini, sebaiknya jangan digunakan. Masih banyak alternatif fintech lain yang bisa kamu pilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *