Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Seorang Freelance

Memiliki banyak waktu bersama keluarga di rumah adalah impian banyak orang. Hal semacam itu biasanya dapat dirasakan oleh seorang pekerja freelance atau freelancer. Anda tertarik menjadi freelancer? Cek dahulu kelebihan dan kekurangannya. Banyak orang mengira bahwa menjadi seorang freelancer yang bekerja penuh waktu di rumah itu sangat mengasyikkan. Nah, bagi Anda yang tertarik menjadi seorang pekerja lepas atau berencana mengundurkan diri dari kantor tempat Anda bekerja saat ini, sebaiknya pikirkan matang-matang terlebih dahulu. Salah satu kelebihan atau boleh juga dibilang keuntungan bekerja di rumah adalah punya waktu fleksibel. Paling tidak, Anda dapat mengatur waktu Anda sendiri saat bekerja. Jika biasanya orang kantoran mulai masuk kerja pukul 09.00 hingga pukul 17.00, maka seorang freelancer bisa bekerja pada waktu kapan saja. Akan tetapi, bukan berarti orang yang kerja freelance bisa bekerja semaunya tanpa harus memikirkan waktu. Justru seorang freelancer profesional tetap akan memiliki jadwal kerja yang diatur sendiri.

Misalnya, Anda bisa berkomitmen dengan diri sendiri untuk mengerjakan proyek selama 8 jam sehari. Bisa dengan mengerjakan proyek pada pagi hari tiga jam, siang tiga jam atau malam dua jam. Katakanlah Anda seorang pekerja freelance desainer grafis. Dari beberapa tawaran kerja di berbagai perusahaan, Anda bisa menentukan jenis dan proyek pekerjaan yang mana yang bisa Anda ambil untuk dikerjakan. Selain itu, seorang freelancer juga bisa memilih jenis pekerjaan yang banyak ditawarkan oleh berbagai perusahaan di internet. Sebagai contoh, beberapa jenis pekerjaan untuk seorang freelancer antara lain penulis, editor, desainer, developer, programmer, dan jenis pekerjaan lainnya. Keuntungan lain menjadi freelancer yaitu bisa menggarap berbagai pekerjaan. Ya, Anda tentu dapat memiliki banyak proyek dari berbagai klien sekaligus. Itu artinya pemasukan yang didapat juga bisa berasal dari banyak klien. Hal tersebut sah-sah saja dilakukan asalkan Anda bisa mengerjakannya sesuai target dan waktu yang ditetapkan.

Contoh lain, Anda bisa saja mengerjakan hal lain seperti membuka bisnis sendiri di rumah. Mungkin tidak jauh berbeda dengan seorang pekerja kantoran yang banyak memiliki bisnis sampingan. Hanya saja, mereka tetap tidak maksimal membagi waktu karena harus fokus pada pekerjaan utama. Sementara potensi seorang freelance untuk membuka bisnis sangat terbuka lebar, seiring ketersediaan waktu yang dimiliki jauh lebih banyak. Apakah benar seorang freelancer yang bekerja di rumah itu bisa lebih menghemat anggaran? Bisa juga iya dan bisa juga tidak. Namun, sebagian besar freelancer yang bekerja di rumah tentu lebih mampu menghemat anggaran pengeluaran untuk transportasi dan makan. Perbandingannya cukup mudah. Jika setiap hari karyawan harus ngantor, maka tentu saja harus mengeluarkan uang untuk transportasi. Berbeda dengan pekerja freelance yang bekerja di rumah tanpa harus mengeluarkan biaya.

Sebagai seorang karyawan, tentu Anda akan pergi ke kantor dengan penampilan menarik. Karena jika tidak, bisa jadi Anda ditertawakan oleh teman-teman kantor. Hal itu tidak berlaku bagi seorang pekerja lepas. Kalau pun misalnya Anda bangun tidur kesiangan dan punya pekerjaan yang belum rampung, Anda tak perlu sibuk mandi sampai bersih dan tampil modis laiknya seorang pekerja kantoran. Karena Anda bekerja di rumah, tentu Anda bisa menggunakan pakaian apa saja. Bedanya seorang karyawan dan freelance adalah soal pendapatan. Pastinya seorang karyawan akan memperoleh pendapatan tetap karena digaji oleh perusahaan secara bulanan. Namun, seorang freelancer hanya bekerja sesuai proyek yang dikerjakan. Pendapatan yang diperoleh pun bisa lebih besar dibanding karyawan tetap, dan sebaliknya bahkan bisa lebih kecil karena ‘paceklik’ saat jarang dapat proyekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *